Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di Blog PII-MAU Persatuan Ibu-Ibu Masjid Agung Ushuluddin, Kompleks Krakatau PT Chevron Pacific Indonesia, Duri-Riau

Sabtu, 30 Mei 2009

Selengkapnya...

Selasa, 17 Maret 2009

Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah (Daurah Jana'iz)


Alhamdulillah, acara pelatihan penyelenggaraan jenazah telah dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2009 dengan lancar. Acara yang dihadiri Ibu Ibu jemaah masjid Agung Ushuluddin ini berisi pengetahuan komprehensif mengenai penyelenggaraan jenazah, mulai dari adab mendampingi orang yang sakit, cara-cara memotong kain kafan, memandikan jenazah, mengkafani sampai sholat jenazah Acara dilaksanakan selama 1 hari mulai dari pukul 9.00 s/d 16.00 WIB. Session pagi hari diisi oleh pemberian materi teori penyelenggaraan jenazah dan demo mengkafani dan memandikan jenazah oleh Ibu-Ibu dari SALIMAH (Persaudaraan Muslimah) yang dipimpin oleh Ibu Nurhasanah. Session pada siang hari diisi dengan workshop dan praktek penyelenggaraan jenazah oleh Ibu-Ibu secara berkelompok. Ibu-ibu dibagi beberapa kelompok, lalu di dalam setiap kelompok dilakukan pembagian tugas memandikan dan mengkafani jenazah. Setiap kelompok didampingi oleh satu pembimbing dari Tim Salimah untuk mengarahkan Ibu-Ibu. Kelompok yang bekerja sama paling kompak dan paling bagus akan mendapatkan hadiah. Diharapkan dengan workshop ini, Ibu-Ibu bisa menerapkan teori penyelenggaraan jenazah dan semakin memahami setiap prosesnya.

Berikut ini adalah materi presentasi penyelenggaraan jenazah







Berikut ini adalah foto-foto liputan pelatihan penyelenggaraan jenazah.




























Selengkapnya...

Jumat, 13 Maret 2009

Rasulullah Teladan Kita (Ibu Nurhasanah, Lc)

“Innaka la ‘ala khuluqin ‘azhim” Sesungguhnya engkau benar-benar memiliki akhlaq yang sangat agung. Demikian antara lain pujian yang diberikan Allah kepada nabi besar Muhammad saw di dalam al-Quran. Tidak hanya sekedar itu, dalam kesempatan lain Allah swt berfirman memuji akhlak nabi saw yang dikhithabkan kepada kaum muslimin, yaitu “Laqad kaana lakum fi Rasulillahi uswatun hasanah” Sesungguhnya bagi kamu pada diri Rasulullah terdapat suri tauladan yang sangat baik. Sebenarnya masih banyak lagi ayat-ayat Allah baik yang tersurat maupun tersirat yang menunjukkan keagungan akhlak beliau ini.
Dalam tulisan singkat ini, penulis ingin menggambarkan dari berbagai riwayat tentang betapa mulianya akhlaq Rasulullah yang tercatat dalam lembaran siroh kehidupan nabi. Namun tentu tidak akan mungkin penulis tuangkan semuanya pada lembaran yang sangat terbatas ini. Diantara yang bisa penulis angkat adalah sebagai berikut:

Rasulullah sangat memperhatikan akhlak yang mulia dalam pergaulannya dengan keluarga dan anak-anaknya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwasanya al-aqra’ bin Kabis pernah melihat nabi saw mencium Hasan (cucu beliau), lalu al-aqra’ mengatakan: “Saya mempunyai sepuluh orang anak, namun saya tidak pernah mencium seorangpun dari mereka. Lantas Rasulullah bersabda: “Barangsiapa tidak menaruh belas kasih, maka dia tidak dikasihi Rasulullah”.
Ketika Fatimah putrinya datang ke rumah beliau, rasulullah segera bangkit, dan menyambutnya, menciumnya dan mendudukkannya di tempat beliau. Sehingga hal inipun dilakukan oleh Fatimah -anak perempuan beliau di saat masyarakat Mekah saat itu sangat menghinakan anak wanita. Disamping perilaku yang begitu mulia, tutur kata dan ucapan beliaupun penuh dengan hikmah, motivasi dan penguatan jiwa.



Rasulullah adalah orang yang paling baik akhlaknya terhadap para pembantu-pembantunya.

Diriwayatkan dari Anas ra. beliau berkata: “Rasulullah saw adalah orang yang paling baik akhlaknya. Pada suatu hari beliau mengutusku untuk suatu keperluan, lalu aku katakan: “Demi Allah aku tidak akan pergi!” . Tetapi aku katakan dalam hati bahwa aku akan pergi melaksanakan perintah nabi saw itu. Kemudian aku keluar, sehingga aku melewati anak-anak yang sedang bermain di pasar, tiba-tiba Rasulullah menepuk tengkukku dari belakang. Kata Anas: “Aku melihat beliau sedang tersenyum, lalu beliau mengatakan: “Hai Unais (si Anas kecil) apakah kau sudah pergi untuk melaksanakan apa yang aku perintahkan kepadamu?”. Aku menjawab, ya.. aku akan pergi ya Rasulullah”.

Rasulullah tidak pernah ketika diminta sesuatu, beliau menjawab tidak atau jangan:

Dari Jabir ra, beliau berkata: “Rasulullah saw tidak pernah diminta sesuatu lalu beliau menjawab tidak atau jangan. Diriwayatkan dari Anas ra. bahwa seorang laki-laki meminta seekor kambing kepada Rasulullah saw di sela dua gunung, lalu beliau memberikan kambing itu kepadanya. Setelah itu laki-laki tersebut mendatangi kaumnya dengan mengatakan: “Hai kaumku, masuklah Islam!. Demi Allah, sesungguhnya Muhammad memberikan suatu pemberian tanpa takut miskin”.
Shafwan bin Umayyah memberi kesaksian: “Demi Allah, Rasulullah telah memberiku banyak sekali (Rasulullah memberi seratus ekor kambing, kemudian seratus ekor lagi). Dulu Rasulullah saw adalah orang yang paling aku benci, kemudian beliau selalu memberiku, sehingga sekarang beliau adalah orang yang paling aku senangi”.

Rasulullah sangat memuliakan kedudukan wanita:

Awal pertama Rasulullah saw diutus oleh Allah swt di kota Mekah, boleh dikata kedudukan kaum wanita berada pada titik paling rendah, bahkan lebih rendah dari pada binatang sekalipun. Oleh sebab itu, tidak ada seorangpun di kota Mekah yang menginginkan kelahiran seorang anak wanita. Malah kalau terlahir anak wanita dari rahim istrinya, maka tak segan-segan ia untuk langsung menguburnya ke dalam tanah, meskipun masih dalam keadaan hidup dan bernyawa.
Di tengah kondisi masyarakat yang seperti itulah Rasulullah datang dengan suara lantang dan gagah berani mengatakan :“Sorga berada di bawah telapak kaki ibu (wanita)”. Kata-kata Rasulullah saw ini bagaikan halilintar di siang bolong bagi penduduk Mekah yang sangat memekakkan telinga mereka, yang sangat aneh menurut pandangan mereka pada saat itu. Namun Rasulullah terus mengumandangkannya walaupun harus menentang arus yang sangat dahsyat derasnya. Rasulullah ingin mengatakan bahwa andaikan kalian tetap menghinakan wanita, berarti kalian telah menghinakan sorga, dan kalian akan diharamkan dari padanya.
Di suatu kesempatan Rasulullah ditanya oleh seseorang, wahai Rasulullah.. andaikan aku ingin berbakti, kepada siapakah pertama sekali aku berbakti? Rasulullah menjawab: “kepada ibumu”. Kemudian kepada siapa lagi setelah itu ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: “kepada ibumu”. Kemudian orang itu bertanya lagi untuk yang ketiga, kepada siapa lagi setelah itu ya Rasulullah? Rasulullah tetap menjawab: “kepada ibumu”. Pertanyaan keempat, kepada siapa lagi setelah itu ya Rasulullah? Barulah Rasulullah menjawab: “kepada ayahmu”.
Diriwayatkan dari Anas ra. beliau berkata: “Suatu ketika Rasulullah saw bepergian dengan diikuti oleh para wanita, sedangkan pengemudinya adalah seorang budak hitam yang bernama Anjasyah, Rasulullah berkata: “Hai Anjasyah, pelan-pelan saja agar para wanita tidak merasa cemas.
Banyak lagi riwayat yang menggambarkan betapa Rasulullah saw sangat gigih berjuang mengangkat harkat kaum wanita dari lumpur kehinaan yang telah dianggap sebagai makhluk tidak berharga di dunia ini. Dan alangkah besarnya jasa Rasulullah terhadap kaum wanita. Namun sayangnya, tidak sedikit pula kaum wanita di zaman kita sekarang ini yang tanpa sadar mempunyai prasangka terhadap Rasulullah, bahwa syari’at Islam yang dibawa Rasulullah saw adalah syari’at yang merendahkan kaum wanita. Semoga kita termasuk ummat Rasulullah yang dapat mengenal kepribadian beliau secara keseluruhan, sehingga akhirnya merasa kagum, sayang & cinta kepada beliau sebagai suritauladan kita yang tercermin lewat perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari.Amiin.
Wallahu alam bissawab.

Selengkapnya...

Struktur Organisasi PII-MAU 2008-2010

Untuk tampilan yang lebih besar, silahkan klik bagan organisasi di bawah ini.


Selengkapnya...

Sabtu, 07 Maret 2009

Materi Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah

Materi Latihan Memandikan Jenazah




Materi Latihan Mengkafani Jenazah

Selengkapnya...

Warta PIIMAU Edisi I Maret-Juni 2009/ Rabiul Awal-Rajab 1430H

Untuk tampilan yang lebih jelas, silahkan klik thumbnail halaman warta PII-MAU di bawah ini.




Selengkapnya...

Selasa, 03 Maret 2009

Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah (Daurah Jana'iz)




Assalamualaikum Wr. Wb.

Ibu-ibu jamaah PIIMAU yang dirahmati Allah,

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah, insya Allah Pelatihan Penyelenggaraan Daurah Jana'iz akan segera diselenggarakan. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Seksi Dakwah & Seksi Sosial PII-MAU, dengan dipandu oleh Tim SALIMAH (Persaudaraan Muslimah) Duri Riau yang dipimpin oleh Ibu Nurhasanah, Lc.

Pelatihan ini PENTING DIIKUTI mengingat bahwa menyelenggarakan jenazah adalah fardhu kifayah bagi ummat muslim. Insya Allah dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2009, jam 08.00-15.30 WIB.

Prosesi jenazah dalam Islam memiliki makna yang sangat besar. Selain bisa mengingatkan orang akan kematian juga mempunyai keutamaan dan bisa mendatangkan pahala, sebagaimana sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam :

"Barangsiapa yang mengantarkan jenazah seorang muslim karena iman dan mengharap pahala sedang ia selalu menyertai jenazah tadi, sampai di shalati dan selesai dikubur, maka ia akan membawa pulang pahala dua qirath, sedang satu qirath adalah sebesar gunung Uhud" (Shahihul Jami' No. 6136)

Demikian besar keutamaan mengikuti prosesi jenazah ini, namun perlu diketahui, bahwa untuk memperoleh keutamaan tersebut tentu kita tidak boleh sembarangan dalam melaksanakan proses mengurus jenazah tadi. Karena pahala tadi dijanjikan oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, maka tentunya prosesi jenazah yang dilakukan harus mengikuti petunjuknya sebab merupakan suatu yang aneh jika kita mengharapkan pahala atau keutamaan, namun cara yang dianjurkan untuk memperolehnya tidak dilakukan dan bahkan cenderung menyelisihi. (sumber : www.alsofwah.or.id)


Untuk itulah diadakan pelatihan Daurah Jana'iz ini, dengan harapan semoga kita sebagai umat muslimah dapat lebih termotivasi untuk membantu penyelenggaraan jenazah di sekitar lingkungan kita, di sekitar keluarga kita, dengan cara yang runutannya sesuai dengan sunnah-sunnah yang diajarkan oleh suritauladan kita, Nabi Besar Muhammad SAW.

Demikianlah ajakan kami, kepada ummat muslimah di wilayah Duri Camp, untuk mengikuti pelatihan Daurah Jana'iz ini. Semoga Allah meridhoi apa yang kita ikhtiarkan, dan semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan maghfirah-Nya kepada kita semua. Amiin ya robbal alamiin.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Panitia Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah (Daurah Jana'iz)

Selengkapnya...

Minggu, 22 Februari 2009

Jadwal Wirid Jumat, Maret-Juni 2009

Wirid dimulai Pukul 14.10-waktu ashar,bertempat di Aula MAU
Info: Asih Firdaus (23482) & Jujuk Jarwono (23048)
Jadwal & tempat bisa berubah sewaktu2
Untuk tampilan tabel jadwal yang lebih jelas, silahkan klik tabel dibawah ini.

Selengkapnya...

Serba-Serbi PII-MAU

(Sie Anak Asuh & Sosial)

Jumlah ANAK ASUH yang disantuni oleh PII MAU selama TP 2008/2009 sebanyak 128 anak, tersebar di beberapa sekolah swasta islam dan di kelurahan Pematang Pudu dengan perincian sebagai berikut :
SDS Hubbul Wathan: 8 anak
MI Hubbul Wahan: 8 anak
SMPS Hubbul Wathan: 6 anak
SDS Muhammadiyah : 10 anak
SMPS Muhammadiyah: 6 anak
MTs PP Muhammadiyah: 6 anak
MA Yasmi: 5 anak
MTs Yasmi: 6 anak
SLB Aisyiyah: 5 anak
SMK Aisyiyah: 3 anak
SMK Muhammadiyah: 1 anak
Dari Permata .Pudu: 64 anak
Jumlah : 128 anak

Dana yang diperlukan untuk membayar SPP/uang buku anak asuh setiap bulannya sebesar Rp. 6.090.000; ( Enam juta sembilan puluh ribu rupiah ).


PII MAU bersilaturahim ke rumah ibu-ibu yang menunaikan ibadah haji :
Ibu Nana Noorbambang beserta bapak, Ibu Neniy Dasmaji beserta bapak, Ibu Tini Atang beserta bapak, Ibu Upik Budi beserta bapak, Ibu Dinni Fakhrizal beserta bapak, Ibu Sontana Permana beserta bapak, Ibu Yonda Wimbo beserta bapak
Ibu Iis Muharom beserta bapak, Ibu Keny Nasrun bseserta bapak, Ibu Diana Sujarwo, Ibu Yuni Didi beserta bapak, Ibu Hani Hendrarjono beserta bapak Ibu Fad Ilham beserta bapak, Ibu Weni Zulharmen beserta bapak, Ibu Silvi Zulkarnaini beserta bapak, Ibu Silvi Orded beserta bapak Ibu Iche Rofian beserta bapak, Ibu Nel Bramantyo beserta bapak, Ibu Ches Nasir beserta bapak, Ibu Eti Atma berserta bapak, Ibu Dennis Syahrudin beserta bapak Ibu Lis Amrul beserta bapak, Ibu Yanti Citra berserta bapak, Ibu Tuti Ilyas beserta bapak Ibu En Irlinus beserta bapak, Ibu Rat Yunt Alben beserta bapak

Inna lillaahi wa inna ilaihi rooji’uun :

Ibunda dari ibu Ning Puji, Ibu mertua dari Ibu Irmayuni Izzat, Ayahnda dari ibu Eti Atma, Ayahnda dari ibu Fitri Ivan, Ayah mertua dari ibu Ori Ismanola, Ibu mertua dari ibu Nunung Syafrudin, Ayah mertua dari ibu Ulfa Samsuri, Ayah dari ibu Sri Nurhaznam

Ibu-ibu yang baru mengikuti suami purnabakti :

Ibu Endang Suyono, Ibu Eni Makmurudin, Ibu Ita Yuerdi

Info :

  • PII MAU menerima proposal dari beberapa mushalla yang memohon bantuan untuk pembangunan kamar mandi/WC, karena itulah PII MAU menghimbau kepada para jamaah yang mempunyai bunga bank konvensional untuk sekiranya berkenan menyalurkannya melalui ibu Endang Gaffar ( Merapi-16, 23146 ) ibu Hermin Adi ( Sibayak-80, 23544 )
  • Kepindahan Ibu Rini Edi Suswanto (sie Sosial) dari Duri, digantikan oleh Ibu Rosda Heru Jatmono (Area Kerinci)
  • Ibu Epi Hari Darmawan (Area Dempo) digantikan oleh Ibu Willis Deni (Dempo 127, Telp 23674)
  • Pengurus baru Area Dempo Ibu Rika Romi (Dempo 124 telp 23606)
  • Pengurus baru Sie Dakwah : Ibu Witri Gustina (Sinabung 13, telp 23730)
  • Pengurus baru Sie Pendidikan : Ibu Eni Panji (Merapi, Telp 23696) & Ibu Mayda Ponco Adi
  • Pengurus baru – Sekretaris III PIIMAU : Silvi Zulkarnaini (Sibayak 168, telp. 23438)
  • LAUNCHING BLOG PIIMAU :http://www.pii-mau.blogspot.com


Selengkapnya...

Juice Pelangsing


Bahan:
50 gr Wortel
100 gr Apel
100 gr Pepaya
2Gls es batu
100 cc air dingin
(juice pelangsing tdak blh ditambah gula )
Cara membuat :
Semua bahan diblender sampai halus.



Selengkapnya...

Donat Istimewa


Bahan:
500 gr Terigu (400 gr trg cakra + 100gr trg sg tiga )
30 gr Susu bubuk
100 gr Gula pasir
1 st Garam
1 st Baking powder
50 cc Susu kental manis
3 Butir Kuning telur
12 gr soft instant
50 gr Mentega
225 cc air es

Cara membuat:
1.Semua bahan dikocok sampai kalis (10 - 15 mnt )
2.Diamkan 1 jam ditutup dg kain bersih
3.Siap dibentuk dan digoreng
4. minyak goreng diberi campuran mentega putih agar gorengan tetap kuning





Selengkapnya...

Wirid Gabungandi Masjid Talang (30 Jan’09)

(sie Dakwah)
Wirid ini adalah Gabungan MAU, Masjid Talang, Masjid Raya Sebanga, & Musholla Aljihad. Subhanallah, mengentalkan rasa sayang di antara kita semua. Semoga Jabat erat t yang terjalin di acara silaturahim itu, semoga menyatukan hati kita semua, makna indahnya sebuah ukhuwah islamiyah.

Selengkapnya...

Penghargaan PII-MAU (Sabtu, 31 Jan’09)

PII-MAU mendapatkan Penghargaan “Awards for Dedication for Education” dari Pengurus WDC. Ibu Endang Gaffar, selaku ketua PII-MAU, mendapatkan surprise dari pengurus WDC saat Event “Laskar Pelangi” untuk maju ke podium menerima penghargaan.

Selengkapnya...

Pelatihan SETh 99, (Sabtu, 24 Jan’09)

(sie Dakwah & pendidikan)
Alhamdulillah, peserta pelatihan mencapai 128 orang. Animo peserta sangat antusias untuk mengikuti keseluruhan acara. Pelatihan ini adalah cara smart untuk mendapatkan jiwa tenang di dalam menghadapi suatu masalah, plus bisa menjadi solusi masalah fisik sekalipun. Subhanallah. Berikut ini adalah panduan singkat mengenai SETh99.


Titik Pengobatan SETh 99
9 titik di kepala, wajah & dada:
1. AT = Atas Kepala
2. AMD = Alis Mata Dalam
3. MPL = Mata Bagian Luar
4. MB = Mata Bawah
5. HB = Hidung Bawah
6. Dg = Dagu
7. TP = Tulang Peluru
8. BK = Bawah Ketiak
9. BS = Bawah Susu

9 titik di tangan & jari
PKJ = Pngkal Kuku Jempol
PKT = Pangkal Kuku Tunjuk
PKTg =Pangkal Kuku Tengah
PKM = Pangkal Kuku Manis
PKK = Pangkal Kuku Klingking
PK = Pukulan Karate (Karate Chop)
TTg = Telapa Tangan
PLA = Pgl Lengan Atas
PLB = Pgl Lengan Bawah



Step 1 : NIAT
*Bismillah
**Menekan2 Sore Spot atau KC (Karate Chop)
***Mengucapkan“Kalimat Set Up”
Bismillahirrahmaanirrahiim (3x)
“Ya Allah, walaupun saya …… Saya Ikhlas, Saya pasrah”
(contoh : Ya Allah, walaupun saya sakit kepala, saya ikhlas… saya pasrah)
(Kunci Keberhasilan : Spesifik, diucapkan dengan khusyuk, penuh keyakinan, keikhlasan dan kepasrahan)

Step 2 : FOKUS
*Arahkan pikiran anda ke “kejadian negative” yang memicu gangguan emosi atau ke “tempat rasa sakit” (untuk gangguan fisik)
**Rasakan “sakitnya”, buat lebih sakit lagi”.
***Ucapkan “Saya ikhlas, saya pasrah pada-Mu ya Allah, ya Rahmaan, ya Rahim.

Step 3 : TOTOK
*Totok dengan tangan kiri atau kanan atau keduanya.
**Gunakan 2 jari (jari telunjuk & jari tengah)
***totok tidak terlalu keras atau terlalu lemah
****Durasi Tapping pada tiap titik : selama mengucapkan “saya ikhlas… saya pasrah pada-Mu..ya Allah../ ya Rahmaan..ya rahiim” (+ 9x)
*****Akhiri totok dengan tarik nafas panjang & ucapkan alhamdulillah..


Selengkapnya...

  © Blogger template 'Computer Logo' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP